Dunia trading mungkin dapat di ibaratkan seperti orang yang sedang memancing ikan liar. Memancing ikan liar itu memiliki banyak tempat, seperti di laut, di danau, ataupun di sungai. Memancing di laut akan mendapatkan ikan yang besar, akan tetapi memiliki kendala atau tantangan yang begitu besar seperti terjangan ombak badai, alat pancing yang patah karena tidak kuat dengan tekanan ikan yang begitu berat, kail yang putus karena tidak kuat menahan serangan ikan, dan lain-lain.
Dan hal itu berbeda dengan memancing yang dilakukan di danau. Di danau air tidak begitu kejam seperti di laut, air begitu tenang, suasananya pun lebih damai. Kita di danau dapat memancing di semua tempat, baik itu di tepian danau maupun di tengah danau. Memancing di danau akan mendapatkan ikan yang cukup lumayan besar, meskipun tak sebesar ikan yang di laut akan tetapi tantangan untuk memperolehnya dapat memberikan sensasi tersendiri. Sensasi yang di dapat dalam memancing di danau ini adalah kategori sedang-sedang saja. Tantangannya pun tidak begitu besar atau bisa dibilang juga sedang-sedang saja.
Akan tetapi beda cerita dengan memancing di sungai. Di sungai, kita akan memperoleh hasil tangkapan ikan yang begitu kecil. Selain tangkapan yang begitu kecil, kita juga akan banyak menghabiskan waktu. Akan tetapi resiko untuk pancing kita rusak itu adalah kecil, berbeda dengan memancing di danau maupun di laut. Memancing di sungai memiliki sensasi tersendiri, apabila kita tahu letak ikan yang menggerumbul kita akan bisa berpeluang memperoleh ikan banyak. Meskipun itu hasilnya kecil-kecil, tetapi jika kita memperolehnya lebih banyak maka tak ada salahnya jika kita dapat menyaingi dengan hasil tangkapan kita di danau ataupun di laut.
Sama halnya dengan trading, trading memiliki sensasi dan wilayah-wilayah untuk trading layaknya kita memancing. Trading dapat kita ibaratkan sebuah kegiatan memancing. Jika kita ingin memperoleh keuntungan yang besar, maka kita harus terjun ke sebuah area yang tantangannya seperti memancing di laut. Dimanakah area tersebut? Area tersebut sebenarnya terletak disaat pasar sedang mengalami lonjakan transaksi yang begitu besar. Lalu apa indikator untuk peristiwa tersebut? Indikatornya adalah berita ekonomi internasional. Apabila imbas yang akan diberikan oleh berita tersebut besar, maka kondisi tersebut merupakan wilayah yang dapat dikategorikan seperti lautan. Jadi pada saat kondisi tersebut, hal itu dapat dibilang kita sedang memancing di laut. Kondisi tersebut memiliki resiko yang besar seperti halnya kita memancing dilaut. Akan tetapi jika kita tahu triknya, kita dapat meminimalisir resiko tersebut dan kita bisa memperoleh keuntungan yang besar dari kondisi trading tersebut.
Bila imbas dari berita ekonomi tersebut memiliki imbas yang tidak terlalu besar, maka hal tersebut dapat kita kategorikan kedalam kawasan danau. Kita sudah tahu kawasan danau seperti apa, jadi kita juga sudah tahu bagaimana cara mengatasinya ketika kita trading pada kondisi tersebut.
Dan kondisi yang terakhir adalah kondisi yang kita anggap layaknya sungai. Kondisi ini adalah kondisi dimana tidak ada berita ekonomi internasional, sehingga kita melakukan trading berdasarkan indikator-indikator yang sudah kita kuasai. Kita dapat mengetahui dimana ikan itu bergerumbul, jadi kita dapat menjatuhkan umpan kita disitu. Begitu pula dengan trading, kita sudah tahu bagaimana cara menggunakan indikator yang telah kita kuasai, sehingga kita tahu kapan kita menaruh trading kita. Sehingga kita dapat memperoleh peluang untuk untung lebih besar daripada kerugian kita.
Demikian gambaran kondisi trading kita, jadi kita harus tahu dimana posisi kita saat trading. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman. Cukup sekian dari saya untuk postingan ini, saya ucapkan terimakasih atas kunjungan dan komentar teman-teman.
Dan hal itu berbeda dengan memancing yang dilakukan di danau. Di danau air tidak begitu kejam seperti di laut, air begitu tenang, suasananya pun lebih damai. Kita di danau dapat memancing di semua tempat, baik itu di tepian danau maupun di tengah danau. Memancing di danau akan mendapatkan ikan yang cukup lumayan besar, meskipun tak sebesar ikan yang di laut akan tetapi tantangan untuk memperolehnya dapat memberikan sensasi tersendiri. Sensasi yang di dapat dalam memancing di danau ini adalah kategori sedang-sedang saja. Tantangannya pun tidak begitu besar atau bisa dibilang juga sedang-sedang saja.
Akan tetapi beda cerita dengan memancing di sungai. Di sungai, kita akan memperoleh hasil tangkapan ikan yang begitu kecil. Selain tangkapan yang begitu kecil, kita juga akan banyak menghabiskan waktu. Akan tetapi resiko untuk pancing kita rusak itu adalah kecil, berbeda dengan memancing di danau maupun di laut. Memancing di sungai memiliki sensasi tersendiri, apabila kita tahu letak ikan yang menggerumbul kita akan bisa berpeluang memperoleh ikan banyak. Meskipun itu hasilnya kecil-kecil, tetapi jika kita memperolehnya lebih banyak maka tak ada salahnya jika kita dapat menyaingi dengan hasil tangkapan kita di danau ataupun di laut.
Sama halnya dengan trading, trading memiliki sensasi dan wilayah-wilayah untuk trading layaknya kita memancing. Trading dapat kita ibaratkan sebuah kegiatan memancing. Jika kita ingin memperoleh keuntungan yang besar, maka kita harus terjun ke sebuah area yang tantangannya seperti memancing di laut. Dimanakah area tersebut? Area tersebut sebenarnya terletak disaat pasar sedang mengalami lonjakan transaksi yang begitu besar. Lalu apa indikator untuk peristiwa tersebut? Indikatornya adalah berita ekonomi internasional. Apabila imbas yang akan diberikan oleh berita tersebut besar, maka kondisi tersebut merupakan wilayah yang dapat dikategorikan seperti lautan. Jadi pada saat kondisi tersebut, hal itu dapat dibilang kita sedang memancing di laut. Kondisi tersebut memiliki resiko yang besar seperti halnya kita memancing dilaut. Akan tetapi jika kita tahu triknya, kita dapat meminimalisir resiko tersebut dan kita bisa memperoleh keuntungan yang besar dari kondisi trading tersebut.
Bila imbas dari berita ekonomi tersebut memiliki imbas yang tidak terlalu besar, maka hal tersebut dapat kita kategorikan kedalam kawasan danau. Kita sudah tahu kawasan danau seperti apa, jadi kita juga sudah tahu bagaimana cara mengatasinya ketika kita trading pada kondisi tersebut.
Dan kondisi yang terakhir adalah kondisi yang kita anggap layaknya sungai. Kondisi ini adalah kondisi dimana tidak ada berita ekonomi internasional, sehingga kita melakukan trading berdasarkan indikator-indikator yang sudah kita kuasai. Kita dapat mengetahui dimana ikan itu bergerumbul, jadi kita dapat menjatuhkan umpan kita disitu. Begitu pula dengan trading, kita sudah tahu bagaimana cara menggunakan indikator yang telah kita kuasai, sehingga kita tahu kapan kita menaruh trading kita. Sehingga kita dapat memperoleh peluang untuk untung lebih besar daripada kerugian kita.
Demikian gambaran kondisi trading kita, jadi kita harus tahu dimana posisi kita saat trading. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman. Cukup sekian dari saya untuk postingan ini, saya ucapkan terimakasih atas kunjungan dan komentar teman-teman.